Sambutan, Visi-Misi Fakultas, dan Tridharma Perguruan Tinggi
Resume Materi 1 PKKMB Fakultas Kesehatan UNUSA 2025
Acara PKKMB Fakultas Kesehatan UNUSA 2025 diawali dengan sambutan dari Gubernur BEM, Dekan, serta jajaran pimpinan fakultas. Sambutan tersebut berisi ucapan selamat datang, doa, dan harapan agar mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus dengan penuh semangat dan kolaborasi.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kesehatan, Prof. S. P. Edijanto, dr., Sp.PK (K) menekankan bahwa masa remaja akhir (18–22 tahun) merupakan fase yang penuh tantangan. Pada fase ini, mahasiswa dihadapkan pada berbagai persoalan, seperti penyelesaian studi, kemandirian secara finansial, serta persiapan menuju kehidupan berkeluarga. Oleh karena itu, mahasiswa diingatkan untuk mampu mengelola konflik, menyesuaikan diri, serta aktif dalam kegiatan akademik maupun non-akademik, termasuk organisasi, seni, dan olahraga.
Selanjutnya, Ibu Linda memaparkan visi Fakultas Kesehatan, yakni menjadi fakultas yang unggul dalam bidang promotif dan preventif di kawasan ASEAN, berjiwa wirausaha, serta berjati diri Islami. Misi fakultas meliputi pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan; peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional; serta pengelolaan fakultas yang profesional dan Islami. Adapun tujuan fakultas antara lain menghasilkan lulusan yang kompeten, melaksanakan penelitian yang berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional, melaksanakan pengabdian masyarakat yang berdampak, serta mencetak sumber daya manusia berintegritas dan berjati diri Islami.
Selain itu, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan struktur akademik fakultas, yang meliputi dekanat, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta laboran. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengenal civitas akademika lebih dekat dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kampus.
Materi inti kemudian disampaikan oleh Ibu Catur Wulandari mengenai peran mahasiswa kesehatan dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Disampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, melainkan juga wajib melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian berperan penting untuk meningkatkan pemahaman akademis, melatih kemampuan berpikir kritis, mengembangkan keterampilan komunikasi, serta membuka peluang berkarier sebagai peneliti di lembaga nasional seperti BRIN.
Mahasiswa juga dituntut menyusun skripsi sebagai bentuk riset akademik, yang nantinya dapat menjadi dasar untuk melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktoral. Dalam bidang pengabdian masyarakat, mahasiswa diharapkan dapat terjun langsung mendampingi masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing, seperti promosi kesehatan, gizi, maupun keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Tridharma Perguruan Tinggi menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi individu yang berdaya saing, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.


Komentar
Posting Komentar