PKKMB UNUSA 2025 – Hari Pertama
Pembukaan
Kegiatan PKKMB UNUSA 2025 diawali dengan presensi mahasiswa baru, penayangan video profil UNUSA, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, serta Hymne UNUSA.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hanif Ahmad Insantama (S1 Pendidikan Dokter). Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, memberikan sambutan sekaligus membuka resmi PKKMB 2025.
Setelah itu, ditampilkan sambutan dari Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, penyematan name tag mahasiswa baru oleh Rektor, persembahan flash mob dari BEM, serta doa penutup oleh Wakil Rektor 2 UNUSA, Ir. Muhammad Faqih, M.A., Ph.D.
Materi 1
Tema: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Pemateri: Prof. Yudi Latif, M.A., Ph.D.
Moderator: Iis Noventi, S.Kep., Ns., M.Kep
Pokok Isi
- Indonesia majemuk → dipersatukan oleh Pancasila sebagai titik temu.
- Keragaman harus menjadi sumber kekuatan, bukan perpecahan, bila dilandasi integritas dan moral.
- Jati diri bangsa tercermin dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
- Pembinaan bela negara melalui pendidikan kewarganegaraan, latihan, dan kampanye kesadaran.
Tujuan: menjaga kedaulatan, persatuan, dan ketahanan nasional. Mahasiswa harus berkarakter, berkualitas, dan berintegritas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
Materi 2
Tema: Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa
Pemateri: Erisandy Yudhistira (Priority Banking Manager Bank Mandiri)
Moderator: Mursyidul Akhir, S.K.M., M.Kes.
Pokok Isi
Mahasiswa berada di fase transisi mengelola keuangan secara mandiri.
Tantangan: biaya kuliah, biaya hidup, gaya hidup, hingga risiko utang konsumtif.
Dampak literasi keuangan:
- Finansial: bisa menabung, investasi, hindari utang berlebihan.
- Akademik: stres finansial berkurang → fokus belajar meningkat.
- Mental: percaya diri, kontrol diri lebih baik.
- Masa depan: lulusan lebih siap finansial.
Strategi penguatan: kurikulum kampus, workshop, konseling keuangan, platform digital, komunitas literasi keuangan.
Solusi: pendekatan kreatif (gamifikasi, studi kasus), kolaborasi dengan lembaga eksternal, ruang diskusi aman, praktik nyata.
Kesimpulan: Literasi keuangan adalah investasi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa secara finansial, akademis, mental, dan masa depan.
Materi 3
Tema: Strategi Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi Terbaik
Pemateri: Dr. Pulung Siswantoyo, S.KM., M.Kes.
Pokok Isi
- Rasa Ingin Tahu: ajukan pertanyaan “mengapa” & “bagaimana”, gali akar masalah.
- Analisis Perspektif: pertimbangkan berbagai sudut pandang & solusi alternatif.
- Penalaran Logis: pahami struktur argumen, bedakan fakta & opini.
- Kerangka Pemecahan Masalah: gunakan PDCA, 5 Whys, dan SWOT.
- Waspadai Bias Kognitif: kenali bias konfirmasi, anchoring, availability.
- Refleksi Diri: evaluasi keputusan, belajar dari pengalaman.
- Diskusi & Debat: dengarkan argumen orang lain, sampaikan argumen berbasis bukti.
- Belajar Terus-Menerus: membaca lintas disiplin, ikut pelatihan, terapkan pengetahuan baru.
Kesimpulan: Berpikir kritis harus dilatih secara konsisten. Dengan logika kuat, refleksi, dan keterlibatan dalam diskusi, mahasiswa dapat menemukan solusi terbaik dalam studi, kehidupan sosial, maupun karier.
Materi 7
Tema: Mencetak Mahasiswa Sukses Berwirausaha
Pemateri: Zahra Amelia Dewi Gunawan (Mahasiswa Gizi, Owner Samel Baking Studio)
Moderator: Siti Nur Hasyimah, S.Kep., Ns., M.Th.Kep
Pokok Isi
Perjalanan Bisnis: Zahra memulai usaha Samel Baking Studio sejak 2023. Fokus pada healthy dessert (gluten free, less sugar, dengan nutrition facts).
Pencapaian: Berkolaborasi dengan brand besar (Emina, Signora), tampil di Surabaya Great Expo, serta membuka kelas baking sehat di Surabaya.
Strategi Kunci Sukses:
- Menentukan target pasar → komunitas WhatsApp dengan 900+ anggota, kelas sold out dalam menit.
- Sifat penting: tekun, optimis, berani ambil risiko, membangun loyalitas konsumen.
- Relasi & tim: membangun jaringan luas & tim solid termasuk teman kuliah.
Mindset Bisnis:
Fokus 5 tahun pertama pada branding, bukan keuntungan semata.
Terapkan prinsip learning by doing & trial berulang.
Percaya bahwa rezeki tidak tertukar → pentingnya amati, tiru, modifikasi.
Pesan Inspiratif: Masa mahasiswa adalah golden age untuk mencoba hal baru, termasuk berbisnis, dengan manajemen waktu yang baik.
Kesimpulan: Mahasiswa bisa sukses berwirausaha meski tanpa latar belakang manajemen bisnis, asalkan berani memulai, konsisten, punya target pasar jelas, membangun tim, dan menjaga kualitas produk.
menautkan wesite:
universitas: (https://unusa.ac.id
fakuktas: fkes.unusa.ac.id
lihat blog teman: https://mazdatuludhmah2130024004.blogspot.com/2025/09/resume-materi-pkkmb-unusa-hari-pertama.html
Menautkan media sosial UNUSA
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar
Posting Komentar